KEWASPADAAN TERHADAP PENYEBARAN PENYAKIT RABIES

  • 19 September 2018
  • Dibaca: 586 Pengunjung
KEWASPADAAN TERHADAP PENYEBARAN PENYAKIT RABIES

Menindaklanjuti surat dari Sekretaris daerah Kabupaten Buleleng nomor : 440.33/5023/Distan perihal sama seperti tersebut di atas, maka bersama ini kami sampaikan kepada saudara bahwa dalam rangka menyikapi semakin meningkatnya kasus rabies  di Provinsi bali pada umumnya dan Kabupaten Buleleng khususnya serta adanya korban manusia meninggal akibat gigitan anjing positif rabies di kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem mengindentikasikan bahwa belum optimalnya pelaksanaan penanggulangan Rabies, dan kurangnya kesadaran masyarakat  untuk memvaksinasi anjing serta masih banyak anjing yang dipelihari secara diliarkan. sehubungan dengan ahl tersebut dan untuk mencegah terjadinya korban lebih banyak lagi, maka kami mohon agar saudara menyampaikan ke masing-masing kepala dusun untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. menginformasikan kepada masyarakat di wilayahnya untuk tidak memindahkan Hewan Penular Rabies (HPR) khususnya anjing dari satu dusun / Desa / Kecamatan dalam Kabupaten / Kota maupun luar Kabupaten / Kota ;

2. menindak dengan tegas sesuai PERDA No : 15 Tahun 2009 tentang penangulangan Rabies bila ditemukan oknum / masyarakat yang diketahui / ditemukan melakukan kegiatan pemindahan / melalui lalu lintas Hewan Penular Rabies (HPR);

3. mensosialisasikan lebih genjar pada masyarakat agar :

- meningkatkan tata cara pemeliharaan Hewan Penular Rabies (HPR) y6ang benar ( diikat /dirumahkan) terutama anjing, diwilayah masing-masing dan segera melaporkan kepada petugas peternakan bila ditemukan anjing liar/diliarkan yang mencurigakan untuk dilakukan tindakan cepat pencegahan penyebaran Rabies

-tidak membuang anjing sembaranagn

-memiliki/memelihara anjing sesuai dengan kemapuan masyarakat untuk memelihara

4. melaksanakan vaksinasi terhadap seluruh anjing di wilayahnya masing-masing dan memberikan tanda kalung, kartu regiastrasi serta melaksanakan elemininasi secara humanis, selektif dan tertaget kepada anjing-anjing tertular rabies ataupun yang telah kontak dengan anjing tersangka rabies anjing serta anjing yang tidak berpemilik

5. menginformasikan kepada masyarakat agar menghindari gigitan anjing serta melakukan tindakan Pertolongan Pertama Pada gigitan (P3G) apabila terjadi kasus gigitan, dengan cara cuci luka dengan air mengalir memakai sabun selama 10-15 menit, diberikan alkohol atau yodium kemudian dilaporkan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut

demikian kami sampaikan atas perhatian dan pelaksanaannya kami ucapkan terima kasih.   

  • 19 September 2018
  • Dibaca: 586 Pengunjung

Pengumuman Lainnya

Cari Pengumuman